Widia Rohmawati_01221088

Nama  : Widia Rohmawati

Nim     : 01221088

Prodi   : Manajemen

Kelas   : A


Gambaran Umum tentang Profesi dan Tanggung Jawa Moral dan Sosial Beserta Contohnya

•> Pengertian profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.

•> Gambaran umum tentang Profesi dan tanggung jawab moral dan sosial dapat di gambarkan dengan Etika Profesi.

•Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi.

konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contohnya : 

a. pers dan jurnalistik

b. engineering (rekayasa)

c. science

d. medis/dokter, dan sebagainya.


1. Hakikat Bisnis adalah organisasi yang bekerja di tengah-tengah masyarakat atau merupakan sebuah komunitas yang berada di tengah-tengah komunitas lainnya. Bisnis sebagai kegiatan pada hakikatnya dapat dilihat dari tiga sudut yang berbeda yaitu: 

a. Sudut pandang ekonomi Bisnis , artinya Bisnis adalah salah satu kegiatan ekonomis. Kegiatan ini adalah tukar-menukar, memproduksi-memasarkan, bekerja-memperkerjakan, dan interaksi manusia lainnya dengan maksud memperoleh untung .

b. Sudut pandang Moral, artinya dengan tetap mengakui peran sentral dari sudut pandang ekonomis dalam bisnis. Kepentingan dan hak orang lain harus diperhatikan demi kepentingan bisnis itu sendiri. Arti sudut pandang moral, bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik secara moral. 

c. Sudut pandang Hukum, artinya : sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Bisnis yang baik berarti bisnis yang patuh pada hukum.


2. Karakteristik Profesi Bisnis adalah Profesi dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk nafkah hidup dengan menggunakan keahlian dan keterampilan dengan melibatkan komitmen pribadi dalam melakukan pekerjaan tersebut. Profesionalisme akhirnya menjadi suatu keharusan dalam bisnis, orang-orang yang profesional selalu berarti orang-orang yang memiliki komitmen pribadi yang tinggi, yang serius dalam pekerjaan, yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan agar tidak merugikan orang lain. 

Contoh karakteristik Profesi Bisnis :

a.  Terdapat kaidah dan standar moral. Selalu memperhatikan sebuah peraturan yang menentukan bagaimana profesi itu berjalan. Aturan yang biasa disebut kode etik ini sekaligus menunjukan tanggung jawab profesional dalam melakukan pekerjaan, seperti kode etik Dokter, Wartawan, Pengacara, Akuntan, dan sebagainya. Untuk menjaga kesucian dan ketepatan pelaksanaan kode etik ini dibentuklah organisasi profesi. Oganisasi profesi ini berkewajiban menjaga nama baik organisasi, melakukan seleksi anggota baru dan bila perlu memberikan sanksi untuk anggota yang melanggar kode etik profesi.


3. Pergeseran Paradigma dari Pendekatan Stockholder ke Pendekatan Stakeholder adalah pemegang saham atau stockholder paradigma merupakan sebuah paradigma dimana kepala Executive Officer (CEO) berorientasi pada kepentingan pemegang saham. Pihak manajemen sebagai pemegang mandat (agency) berusaha memperoleh keuntungan sebesar-besarnya untuk menyenangkan dan meningkatkan kemakmuran pemegang saham (prinsipcipal). Paradigma stockholder kemudian mengalami pergeseran, karena sebenarnya manajemen disajikan pada banyak kepentingan yang pengaruhnya perlu di perhitungkan secara dengan seksama. Bahasa juga dalam kegiatan bisnis akhirnya muncul kesadaran bahwa dalam usaha memperoleh laba, selain itu stockholder, wajib juga diperhatikan kepentingan lain yang terkena dampak kegiatan bisnis. 

Contoh Pergeseran Paradigma dari Pendekatan Stockholder ke Pendekatan Stakeholder Pendekatan ini berusaha memberikan kesadaran bahwa bisnis harus cepat agar hak dan kepentingan semua yang dengan suatu kegiatan bisnis di jamin, di perhatikan dan di hargai. Pendekatan ini bermuara pada prinsip tidak merugikan hak dan kepentingan dimanapun dalam kegiatan bisnis. Adapun lingkungan yang berada di sekitar perusahaan adalah pemegang saham, kelompok pendukung, media massa, kelompok sosial, pemerintah setempat, pesaing, konsumen, pemasok, pekerja, dan kreditur.


4.  Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. 

Contoh tanggung jawab Moral :

a. Menghasilkan barang-barang, kepuasan konsumen, dan keamanan pemakaian.

b. Kepedulian terhadap lingkungan, baik dilihat dari sudut masukan maupun pengeluaran, pembuangan limbah yang aman, serta mengurangi penipisan sumber

daya alam.

Contoh tangung jawab Sosial :

a. . Bisnis mempunyai peranan sosial sebagai pemelihara sumber daya masyarakat.

b. Bisnis harus bekerja sebagai sistem terbuka dua arah dengan penerimaan masuk secara terbuka dari masyarakat dan terbuka tentang operasinya kepada publik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ekonomi Manajerial